Dapatkan PROMO HARGA MURAH + EXTRA DISKON dengan belanja melalui website
0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

5 Metode Praktis yang Efektif untuk Menjaga Kesehatan Gigi Bayi

Menjaga kesehatan gigi pada bayi memang tidaklah mudah. Hal tersebut dikarenakan para orang tua dituntut untuk senantiasa sabar dan aktif dalam melakukannya.

Apalagi, perawatan gigi pada bayi harus dilakukan dengan benar (sesuai arahan dokter) dan dimulai sedini mungkin, bahkan sebelum gigi bayi tumbuh.

“Jadi, apakah merawat gigi bayi itu penting? Toh, nanti gigi susu tersebut juga lambat laun pasti tercabut, lalu akan segera digantikan dengan gigi tetap nantinya, bukan?”. Beberapa orang tua ternyata masih memiliki pola pikir yang seperti ini.

Namun jangan salah, karena ini adalah salah satu penyebab awal seorang anak memiliki gigi yang berantakan.

Lalu adakah metode yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi pada bayi? Simak penjelasannya di bawah ini.

Merawat tumbuhnya gigi awal pada bayi atau disebut gigi susu, adalah salah satu cara efektif untuk mempertahankan gigi susu agar tanggal tepat pada waktunya, disaat gigi tetap sudah siap untuk tumbuh pada ruang yang sudah dipersiapkan oleh gigi susu.

Mau tidak mau, gigi susu sangatlah perlu dijaga kesehatannya. Karena gigi susu inilah yang nantinya akan membantu seorang anak dalam proses mengunyah, hingga berinteraksi dengan lingkungan barunya (berbicara, tersenyum, dan tertawa) sampai anak tersebut kurang lebih berusia 6 tahun.

Disamping itu pula, gigi susu juga memiliki peranan yang tidak kalah penting, yaitu mempersiapkan ruang bagi gigi tetap/ permanen untuk tumbuh.

Sejatinya, rahang seorang anak masih belum cukup untuk langsung menjadi tempat tumbuh 32 buah gigi tetap. Sehingga, inilah peran penting gigi susu, yaitu menciptakan tempat yang cukup bagi gigi tetap untuk tumbuh.

Selain itu, gigi susu sebenarnya jadi acuan arah bagi tumbuhnya gigi tetap, karena disaat gigi tetap sudah siap untuk tumbuh, gigi tetap ini yang nantinya akan menggantikan peran gigi susu pada posisi gigi susu semula. Dengan begitu, gigi tetap akan tersusun dengan rapi dan teratur.

Meskipun pada dasarnya gigi bayi masih dalam “perjalanan” ke permukaan gusi, Anda dapat mulai merawat kesehatan mulutnya sejak dini. Pada bayi yang masih belum memiliki gigi, orang tua tetap harus merawat gusinya terlebih dahulu agar kemudian tidak terjadi infeksi.

Caranya sangat mudah, yakni dengan secara rutin membersihkan gusi bayi di kedua sisinya usai mereka makan dengan kain basah yang hangat atau sepotong kain kasa yang dibasahi di sekitar jari Anda.

Selain itu, Anda juga dapat membeli alat berupa karet lembut seperti sikat lidah (yang pas di jari telunjuk Anda) untuk menghilangkan sisa-sisa makanan di mulut bayi Anda.

Bagaimana Cara Merawat Gigi Bayi Agar Tumbuh Rapi dan Sehat?

Beberapa langkah berikut ini juga bisa Anda lakukan untuk merawat gigi si kecil :

  1. Mencegah Kerusakan pada Gigi Sedini Mungkin

    Ciri-ciri pertama gigi bayi mengalami kerusakan adalah ketika gigi bayi sudah mengalami perubahan warna, yaitu terdapat bercak putih yang merupakan awal tanda kerusakan mineral pada gigi, yang kemudian dapat kerusakan tersebut dapat berlanjut menjadi lubang pada permukaan gigi.
    Asal muasal lubang gigi ini mungkin dikarenakan kebiasaan yang tidak baik. Misalnya, seperti membiarkan bayi tertidur pulas dengan dot botol berisi susu (atau bahkan jus, bisa juga teh manis) sehingga kemudian dot tersebut dibiarkan tetap berada di dalam mulutnya.
    Susu yang mengandung gula lama-kelamaan dapat menyebabkan gigi berlubang. Karena itulah, jangan tinggalkan bayi dengan botol untuk waktu yang lama, terutama jika bayi tidak lagi menyusu dan hanya menggunakan botol untuk kenyamanan.
    Penyebab awal rusaknya gigi terjadi memang biasanya karena adanya keberadaan gula pada gigi bayi. Gula pada gigi secara alamiah memiliki kemampuan untuk menghancurkan mineral yang terdapat pada permukaan gigi. Gigi bayi sebenarnya mampu menangani kondisi ini, namun untuk mengatasi keberadaan gula pada gigi ini membutuhkan waktu beberapa jam. Oleh karena itu, sebaiknya hindari pemberian makanan maupun minuman yang manis kepada bayi Anda dalam jangka waktu yang berdekatan.

  2. Tumbuhkan Kebiasaan Menyikat Gigi

    Alangkah baiknya menyikat gigi pada bayi segera dilakukan setelah gigi pertama bayi tumbuh. Dengan metode tersebut, diharapkan agar ini bisa menjadi langkah pertama pembiasaan pada anak. Pada umumnya, gigi pertama pada bayi akan mulai tumbuh saat bayi sudah berusia 6-18 bulan. Pertumbuhan gigi pertama tersebut yang nantinya memunculkan gigi-gigi lainnya yang akan tumbuh hingga berjumlah total 20 buah gigi susu, yang membutuhkan waktu hingga bayi berusia 2,5 tahun.
    Menyikat gigi bayi sebaiknya minimal dilakukan 2 kali sehari, satu kali saat pagi hari dan satu kali lagi ketika di malam hari, tepat sebelum tidur. Gigi bayi yang baru tumbuh juga sebaiknya Anda sikat bagian dalam dan luarnya secara lembut dengan gerakan bulat memutar, agar semua bagian gigi bayi dapat dijangkau oleh sikat gigi.
    Maka dari itu, kegiatan menyikat gigi ini harus dilakukan sedini mungkin dan secara rutin agar kelak si kecil sudah terbiasa.

  3. Teliti Dalam Memilih Pasta Gigi

    Menggunakan pasta gigi yang tidak memiliki rasa maupun aroma berlebihan juga akan sangat membantu bayi untuk tidak berpikir bahwa pasta gigi tersebut adalah makanan. Karena apabila bayi menelan pasta gigi dalam volume yang banyak, dikhawatirkan bayi akan mengalami diare. Memilih pasta gigi yang mengandung flouride, akan mampu melindungi gigi bayi untuk terhindar dari penyebab kerusakan gigi. Namun sebaiknya, untuk merawat gigi bayi yang baru saja tumbuh, Anda harus memilih pasta gigi dengan kandungan flouride rendah, maksimal sekitar 25 mg. Kandungan ini biasanya tertera pada informasi yang terletak pada kemasannya. Pemberian pasta gigi sebanyak 3/4 dari bagian sikat gigi juga sudah lebih dari cukup untuk menyikat gigi bayi.

  4. Memilih Jenis Sikat Gigi

    Beberapa tipe orang tua justru cenderung menggunakan jari yang dibalut dengan kain, lalu diberikan pasta gigi di atasnya untuk menyikat gigi bayinya yang baru tumbuh. Namun pada dasarnya, bila Anda ingin menggunakan sikat gigi yang khusus digunakan untuk bayi, sebaiknya pilih sikat gigi dengan bahan sikat yang lembut dan ukuran kepala sikat yang kecil, lalu disesuaikan dengan pegangan yang cocok untuk tangan.
    Selain itu, jangan lupa untuk mengganti sikat tersebut secara teratur. Terlebih, apabila bulu sikat gigi sudah mulai terlihat semakin menyebar. Informasi sasaran umur pada kemasan sikat gigi, juga akan lebih membantu Anda untuk mengetahui untuk usia berapa tepatnya sikat gigi tersebut dibuat.

  5. Pemeriksaan Gigi Secara Rutin

    Beberapa pengamat kesehatan merekomendasikan agar orang tua memeriksakan gigi bayi setelah gigi pertama pada bayi baru muncul, atau paling lambat saat bayi berusia satu tahun. Risiko bayi untuk mengalami kerusakan pada gigi akan semakin besar terjadi apabila keluarga si bayi memiliki riwayat penyakit gigi tertentu. Sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter gigi bayi bila ternyata keluarga Anda memiliki riwayat tersebut, supaya bisa langsung dilakukan tindakan pencegahan dini.

Itu adalah beberapa metode yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi bayi Anda. Jika Anda dapat menjaga gigi anak dengan baik sedini mungkin, maka Anda telah membangun kebiasaan positif bagi anak Anda untuk kehidupannya di masa mendatang. Semoga bermanfaat ya …

Bantu Share Ya :

Faisal Suryadinata

"Seorang Yang Berambisi Untuk Menjadi Lebih Baik Setiap Harinya".
Hubungi Sekarang
1
Butuh Bantuan?
Selamat datang di TIFLU, apa ada yang bisa kami bantu?
error: Alert: Konten Dilindungi !!