Dapatkan PROMO HARGA MURAH + EXTRA DISKON dengan belanja melalui website
0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Langkah Tepat Menjaga Kesehatan Tali Pusar Bayi

Tali pusar biasanya akan segera dipotong sesaat pasca bayi dilahirkan. Setelah itu, kebersihan pusar amat perlu dijaga agar si kecil terhindar dari infeksi. Mengingat pentingnya menjaga kesehatan area pusar pada bayi, lalu langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk membersihkan dan merawat sisa tali pusar bayi? Tanda apa yang perlu diwaspadai yang dapat menyebabkan infeksi? Mari simak ulasannya berikut ini.
Pada saat masih di dalam kandungan ibu, bayi akan secara otomatis menerima oksigen dan asupan makanan melalui plasenta yang tersambung oleh tali pusar yang panjangnya sekitar 60-70 cm.
Akan tetapi pasca ibu melahirkan, bayi sudah tidak membutuhkan lagi tali pusar yang selama ini membantunya bernapas dan mendapatkan nutrisi.
Pasalnya, semua kebutuhan si kecil saat ini sudah bisa disediakan secara langsung oleh ibu. Oleh karena itu, dokter atau bidan biasanya akan langsung memotong tali pusar bayi yang masih terhubung dengan ibu.
Proses pemotongan tersebut akan meninggalkan sisa tali sepanjang 2-3 cm yang masih melekat pada pusar si kecil. Biasanya sisa tali pusar ini akan mengering secara bertahap dan copot dengan sendirinya paling tidak selama 1 hingga 2 minggu kemudian. Namun sebelum tali pusar lepas, area di sekitar pusar perlu dijaga agar selalu bersih guna mencegah infeksi. Kulit yang kering dan bersih juga akan semakin membantu mempercepat lepasnya tali pusar dan pusar si kecil pun dapat sembuh lebih cepat.
Meskipun kelihatannya merawat tali pusar bayi itu mudah, namun ternyata pada kenyataannya tidak sedikit ditemukan fakta bahwa beberapa keluarga baru justru mengalami kesulitan saat merawatnya hingga benar-benar lepas. Maka dari itu, segera lakukan perawatan yang tepat jika tidak ingin area pusarnya terkena infeksi.
Nah, dalam rangka untuk memberikan edukasi tambahan bagi para keluarga baru, berikut ini adalah beberapa langkah yang tepat dan aman yang bisa diambil lalu diterapkan untuk menjaga kesehatan tali pusar bayi hingga puput :

1. Bersihkan kulit di sekitar sisa tali pusat paling tidak sekali dalam sehari, yaitu ketika sedang mengganti popok atau saat memandikan bayi. Bisa menggunakan kapas yang direndam dalam air hangat terlebih dahulu atau menggunakan sabun bayi yang berbahan lembut. Setelah itu, keringkan kulitnya dengan cara menepuk-nepukkannya menggunakan kain yang lembut.

2. Apabila sisa tali pusar bayi dirasa masih kotor atau lengket, cukup bersihkan dengan air lalu dikeringkan dengan kain bersih yang mudah menyerap air. Setelah itu, segera keringkan agar tidak terjadi infeksi akibat lembap ataupun kuman yang menempel.

3. Sebaiknya hindari membersihkan sisa tali pusar menggunakan antiseptik (kecuali atas saran dokter) karena dapat membuat sisa tali pusar menjadi lebih lama kering dan lebih lama lepas.

4. Pastikan untuk mandikan si kecil dengan sangat hati-hati. Jaga agar posisi permukaan air selalu berada di bawah area pusar sampai sisa tali pusar copot sendiri dan sembuh. Apabila masih ragu, gunakan cara yang paling aman yaitu cukup dengan dibasuh menggunakan spons agar area pusarnya tidak terkena air sehingga tetap kering dan terjaga. Atau bisa juga baru mulai dimandikan bayi setelah sisa tali pusarnya benar-benar terlepas.

5. Untuk mempercepat proses pengeringan, sebaiknya sisa tali pusar bayi tidak dibungkus dengan apapun. Hal tersebut bertujuan agar sirkulasi udara tetap dapat masuk guna mempercepat tali pusar mengering dengan sendirinya hingga terlepas.

6. Apabila bayi langsung memakai popok, sebaiknya jangan sampai popok tersebut menutupi sisa tali pusar bayi. Gunakan popok yang di bawah tali pusar bayi saja. Jika popok terlalu panjang, potong atau lipat ujung popoknya agar area pusarnya tetap bisa terkena udara. Selain untuk menjaga agar area pusarnya tetap kering, hal ini juga membantu mencegah pusar terkena kotoran atau urine dari popok.

7. Selain itu, alangkah baiknya untuk menghindari juga memasangkan baju bayi yang terlalu ketat, dan gunakan baju yang sedikit longgar agar tidak mengganggu sisa tali pusar bayi yang belum kering.

8. Hindari penggunaan salep, obat atau herbal tertentu pada area pusar bayi. Dikarenakan hal tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi pada bayi.

9. Jangan pernah mencoba untuk menarik sisa tali pusar secara paksa.
Biarkan saja tali pusar lepas dengan sendirinya. Karena apabila orang tua menarik sisa tali pusar bayinya secara paksa, maka bukan tidak mungkin bayi akan langsung merasa kesakitan bahkan hingga menangis.

Ketika sisa tali pusar copot, mungkin akan terdapat sedikit darah pada popok si kecil. Akan tetapi jangan khawatir, karena ini adalah hal normal. Selain itu, terkadang juga ada cairan bening atau kuning yang masih tersisa di area pusarnya. Ini pun dapat hilang dengan sendirinya atau bisa juga diobati oleh dokter.

Adapun risiko infeksi yang dimaksud memiliki gejala seperti :

 – Demam

 – Lemas

 – Lesu

 – Rewel

 – Menangis tiada henti, hingga

 – Tidak mau minum ASI

Disamping itu, tanda lainnya yang dapat dilihat juga terdapat nanah di area pusar, kulit di sekitar pusar akan berwarna kemerahan dan sedikit bengkak, atau jika si kecil menangis ketika pusar atau kulit di sekitar pusarnya disentuh.

Maka jika sudah begitu, orang tua harus sigap dan segera membawa bayi ke dokter, karena hal tersebut akan sangat berbahaya bila dibiarkan begitu saja.

Bantu Share Ya :
Open chat
1
Selamat datang di TIFLU, apa ada yang bisa kami bantu?
error: Alert: Konten Dilindungi !!