Dapatkan PROMO HARGA MURAH + EXTRA DISKON dengan belanja melalui website
0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Memahami Tahapan Tumbuh Kembang Anak

Anak adalah salah satu anugerah terbesar yang dititipkan dari Yang Maha Kuasa kepada orang tua. Kehadirannya sangat dinantikan oleh para orang tua, apalagi untuk keluarga baru. Karena pada dasarnya mempunyai seorang anak adalah dambaan setiap orang tua.

Adapun orang tua adalah unsur terpenting yang saling bersinergi secara satu kesatuan yang berperan secara langsung dalam mendidik anak-anaknya. Karena anak yang baik berasal dari asuhan atau didikan orang tua yang baik pula. Sebagai figur terpenting, orang tua memiliki tugas yang mulia namun bisa dibilang juga sangat berat yaitu mengantarkan buah hatinya tersebut menjadi manusia yang baik, berakhlaq, bertanggung jawab, lagi bermanfaat bagi masyarakat disekitarnya. Akan tetapi, terkadang keadaan sesungguhnya yang terjadi di lapangan tidak melulu sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Contohnya, jika si kecil memiliki keterbelakangan fisik, maka akan semakin beratlah tugas orang tua dalam mendidik anak tersebut.

Tugas lain yang harus dilakukan oleh orang tua adalah orang tua mampu menjadi observer atau pengamat yang piawai, serta mempunyai sensitifitas yang tajam terhadap kemajuan ataupun ketertinggalan perkembangan anak-anaknya. Selain itu, orang tua juga harus mampu menjadi sosok yang tangguh dan menjadi contoh langsung dalam berbagai hal positif untuk anak atau menjadi teladan yang baik dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Adapun hal lain yang tak kalah penting, yang sering sekali disepelekan oleh orang tua yaitu mereka juga harus mampu bekerja sama dengan guru disekolah.

Sebagai figur penting dibalik tumbuh kembang anak, orang tua wajib melakukan pendekatan yang aktif dan sinkron dari dua arah kepada anak yang dilakukan secara bersamaan. Yaitu diantaranya mendampingi kesulitan yang terjadi akibat perkembangannya yang terhambat, dan juga bisa mengarahkan ke arah faktor kuat yang dimiliki anak dalam hal anak cerdas istimewa. Adapun faktor kuat yang dimaksud adalah kecerdasan dan bakat alami yang dimilikinya. Faktor ini juga memerlukan dukungan secara penuh dari kedua orang tua agar potensi anak tersebut dapat berkembang dengan baik sehingga menimbulkan rasa percaya diri serta membentuk jati diri yang baik.

Selain faktor potensi yang memang sudah menjadi dasar, faktor lingkungan pun sejatinya tak kalah penting. Karena tingkah laku si kecil saat ia menjalankan keseharian di lingkungannya, ternyata cukup berpengaruh pada tahap tumbuh kembangnya. Faktor tersebut memiliki pengaruh penting dalam tumbuh kembang anak dan membentuk perkembangan kecerdasan anak.

Pada hakikatnya potensi anak terdiri variabel genetika dan kefitrahan, seperti kebaikan manusia dan potensi nurani. Sedangkan faktor lingkungan terdiri dari stimulasi, gizi, radiasi, trauma, infeksi, kebersihan lingkungan dan kecenderungan gangguan pada metabolisme tubuh.

Faktor genetik dan faktor lingkungan tersebut saling berinteraksi membentuk pola fikir pada pertumbuhannya dan perkembangan kecerdasan anak. Selama ini paradigma atau anggapan khalayak umum tentang faktor genetika dan lingkungan tersebut ternyata tidak statis seperti yang sudah seharusnya difahami selama ini.

Semakin sering orang tua mencontohkan sifat-sifat dan aktifitas positif didepan anak, maka akan semakin banyak pula kemungkinan anak-anak memiliki karakter dan sifat positif tersebut. Oleh karena itu, disinilah letak peran sentral orang tua terhadap pendidikan anaknya yang hakikatnya memang harus dimulai sejak masih dini.

Karena masa pertumbuhan otak anak secara pesat terjadi pada 1.000 hari pertama awal kehidupannya. Pada fase itu otak anak akan mengalami tumbuh kembang yang sangat pesat, paling tidak selama kurun waktu 2 tahun otak akan mengalami peningkatan pertumbuhan.

Reuver (2003) dalam studinya membedakan 3 kelompok IQ :

1. Kelompok profil V/P yaitu kelompok anak-anak gifted yang mengalami perkembangan berbagai area inteleginsia yang harmonis.

2. Kelompok profil v/P dimana terjadi ketidakharmonisan perkembangan (mengalami ketertinggalan perkembangan bahasa dan bicara) yang ditunjukkan dengan rendahnya skor verbal IQ bila dibandingkan dengan anak-anak seusianya.

3. Kelompok V/p dimana perkembangan bahasa dan bicara jauh mendahului anak-anak seusianya yang ditunjukkan tingginya verbal IQ dbandingkan dengan teman sebayanya.

Ketidak teraturan perkembangan ini dapat mempengaruhi berbagai aspek, diantaranya :

  • Motorik (motorik kasarnya akan sangat bagus namun motorik halusnya sangat kurang)
  • Bahasa dan bicara (kemampuan bahasa baik tetapi mengalami keterlambatan dalam bicara)
  • Kemampuan dasar
  • Sosial emosional
  • Perkembangan kemampuan visual
  • dll

Berbagai permasalahan tumbuh kembang diatas menyimpulkan bahwa walaupun seorang anak tersebut sejatinya memang istimewa serta mempunyai perkembangan emosi dan bahasa yang baik, namun masih memiliki ketertinggalan pada perkembangan bahasa dan pola bicaranya, maka akan semakin menyebabkan ketertinggalan pula terhadap perkembangan di kehidupan sosialnya.

Pada akhirnya diluar faktor-faktor tersebut, masih ada banyak lagi faktor lain yang memiliki efek yang sangat berpengaruh terhadap optimalisasi pertumbuhan anak. Jika ingin anak tumbuh dan berkembang secara optimal, maka seyogyanya sebagai orang tua senantiasa harus memenuhi semua kebutuhan dasar anak seperti nutrisi, stimulasi, imunisasi, kasih sayang, serta pastikan kesehatan tubuh dan lingkungan mereka.

Maka alangkah baiknya sebagai orang tua yang baik adalah mampu melatih keseimbangan pola fikir, emosi, dan pertumbuhan anaknya agar anak tersebut memiliki perkembangan yang baik, mampu mengelola emosi dengan benar, mempunyai adab & tutur bahasa yang baik, sehingga kemudian kedepannya akan menghasilkan generasi yang pandai hidup bersosial.

Bantu Share Ya :
Open chat
1
Selamat datang di TIFLU, apa ada yang bisa kami bantu?
error: Alert: Konten Dilindungi !!